Blog Rudi Hartono, Mengulas Seputar Pendidikan, Islam, Wirausaha, Petualangan, Fotografi, Kesehatan, Kuliner, Karya, Sastra, Rudi's Social Responsibility dan Ecoedupreneur

Mengukir Jejak Pendakian di Gunung Dempo

Pendakian Bersama Sahabat di Gunung Dempo 3.158 mdpl, yang Berada di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatra Selatan, Indonesia.

Kupu-Kupu dan Bunga "Simbiosis Mutualisme"

Menyaksikan Keindahan Kupu-Kupu dan Bunga sebagai Bagian dari Mahluk Hidup Ciptaan Allah SWT yang Saling Bergantung Satu Sama Lainya.

Danau Kaco “Pesona Air Biru Safir” Sumber Kehidupan

Ekspedisi Danau Kaco (TNKS) di Desa Lempur Mudik, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci , Provinsi Jambi, Indonesia.

Cahaya Lembut Sang Surya Pagi Hari

Kedamaian dan Kesejukan yang Merelung Jiwa, Saat Berada di Sawah. Dusun Gunung Liwat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra Selatan, Indonesia.

Jejak Petualang “Ekspedisi Lahat”

Bahagia itu Sederhana, Ketika Kita Bisa Menyaksikan Keindahan Ciptaan Allah SWT dari Sudut Pandang Penjelajahan Alam Terbuka.

Sumber Air Pendaki Gunung Kerinci “Ekspedisi Jambi”

Sumber Air Jernih dan Dingin yang digunkana para Pendaki di Pos III Jalur Pendakian Gunung Kerinci (TNKS) Provinsi Jambi, Indonesia.

Melihat Bukit Selero (Gunung Jempol)

Bukit Selero yang Kokoh Terlihat Jelas dari Bukit Besar, Sementara di Sekeliling Masih Nampak Jelas Penambangan Batu Bara di Kabupaten Lahat.

Bunga Rupawan

Seperti "Bunga" : Kehidupan itu Sementara, Berusahalah Bahagia Selalu dan Membawa Kebermanfaatan Bagi Sekitar.

Mengabadikan Momen Berharga

Melalui Lensa Kamera “Mengabadikan Momen Berharga” dalam Setiap Perjalanan Hidupku. Sangat Senang Jika Hasilnya Bermanfaat untuk Orang Lain.

Bakti Sosial Bersama KMBP UNSRI

Kegiatan Bakti Sosial Dengan Membagikan Berbagai Sembako dan Melakukan Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Desa Rimba Candi Kota Pagaralam.

Behind The Scene

Dibalik Layar Foto Angkatan Jurusan Psikologi '2013 Fakultas kedokteran Universitas Sriwijaya.

Pameran Kimia

Expo Pameran Mewakili Jurusan Kimia Fakultas MIPA UNSRI yang dilakukan Oleh Tim HIMAKI di SMA Negeri 1 Tanjung Raja, Ogan Ilir.

Pengumuman Pemenang OSN Pertamina

Peringkat III OSN Pertamina Bidang Kimia di Tingkat SUMBAGSEL (Sumatra Selatan, Bangka Belitung dan Lampung).

Perpisahan dengan Siswa

Foto Kenang-Kenangan Saat Hari Terakhir Mengajar Mata Pelajaran IPA Kelas IX.1, IX.2 dan IX.3 di SMP Negeri 1 Indralaya.

Bersih-Bersih Sampah

Kesadaran untuk Membuang Sampah pada Tempatnya dan Prilaku 3R Memang Sudah Seharusnya Menjadi Kebiasaan Warga Negara Indonesia.

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Maret 2016

Edible Coating Duku

Preserving South Sumatera Duku (Lansium domesticum) Base on Edible Coating Technique from Shrimp Sehll Weste
Buah Duku (Image by http://2.bp.blogsop.com)
SUMMARY

South Sumatra is famous as the fruits producers, one of the fruits is duku. The area of duku plantation reach 3,851 ha wich are produce 62,226 tons of duku. On the other hand, the huge number of duku does not fulfill the needed of domestic and export demand, it because the duku of the "shelf life" duku relatively short. So the fruit is blackened and rotten. Therefore it is necessary for fruit preservation methods, which is known as an edible coating. This method use shrimp shell waste as a raw material of chitosan and further synthesized into a coating on the skin of duku.
This study, known waste shrimp shells can be made of chitosan and used as leather upholstery fruit or edible coating for duku in order to have a "shelf life" longer. Edible coating of chitosan is able to maintain the condition of the fruit approximately 2% of the fruit skin condition before coating. This paper explained the procedure of chitosan-making to become edible coating.

Keywords: Duku, Chitosan, Edible Coating

Silahkan Kirim E-Mail ke rudihartono@student.unsri.ac.id
untuk Full Karya Tulis Ilmiah
Share:

Selasa, 12 Januari 2016

Beda Pendidikan di Palu dan Yogyakarta


Penulis di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tenggah (Foto Doc Pribadi Rudi Hartono)
Oktober tahun 2013, saya berkesempatan mengunjugi Palu, Sulawesi Tenggah. Disana saya bertemu dengan warga yang menggunakan dialek bahasa khas, ramah dan baik. Saya belum mengetahui jalanan dan rute angkot di kota palu, namun tidak menyurutkan niat saya berkeliling dan melihat aktifitas warga yang dikenal sebagai kota teluk tersebut. Terlihat anak-anak asik bermain di air, ada yang berenang atau memancing. Menengok beberapa Bangunan sekolah dipingiran kota terlihat bagus, sepertinya pendidikan di kota ini layak dan baik serta didukung dengan sarana prasaranan yang menunjang bagi pelajar setempat. Sementara ditepi teluk terlihat nelayan membawa banyak ikan di perahunya, hal ini wajar karena ikan merupakan salah satu komoditas utama yang dihasilkan di daerah ini, tidak aneh jika semua warung makanan menyajikan berbagai olahan berbahan dasar ikan. Komoditas lainya dari kota ini adalah garam dan kelapa.

Pada kesempatan yang lain, bulan April tahun 2014 saya mengunjungi daerah yang berjuluk kota pendidikan, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta. Atmosfernya memang begitu berbeda dari kota Palu ataupun Palembang. Hal ini terlihat jelas saat saya berkeliling di kota ini, pendidikan sudah sangat maju, didukung penuh oleh sarana prasarana, banyak pelajar yang unggul dan berprestasi berasal dari daerah ini. Beberapa pelajar yang saya temui tidak malu untuk berjualan, hal ini dilakukan sebagai hobi, pengisi waktu luang atau membantu keuangan keluarga, namun kegiatan ini tidak menggangu nilai akademik mereka di sekolah. Kota ini juga sangat bersahabat bagi para pendatang, biaya hidup yang terjangkau dan tergolong murah menjadikan Yogyakarta sebagai tujuan utama para pelajar dari seluruh nusantara untuk meneruskan pendidikanya di kota ini. Tak bisa di pungkiri memang Yogyakarta memiliki magnet tersendiri bagi para pelajar untuk mewujudkan cita-cita dan impianya.  

Dikirim ke #MENYAPANEGERIKU
Share:

Impian Ku Tentang Pendidikan di Indonesia

MIMPI (Image from http://langitilahi.com)
Pendidikan di Indonesia saat ini masih mengalami banyak permasalahan baik di kota maupun pedesaan. Diantaranya, kekerasan terhadap peserta didik, kesenjangan pendidikan antara sekolah di perkotaan dan di desa, kurangnya sarana dan prasarana sekolah, banyak sekolah yang kondisinya rusak, akses ke sekolah yang jauh, kurangnya guru di daerah tertingal atau perbatasan, dan moral sebagian peserta didik yang jauh dari harapan dan cita-cita pendidikan di Indonesia karena melakukan hal-hal yang negatif.
Dibalik permasalahan pendidikan diatas, kita masih bisa menghirup angin segar dengan berbagai prestasi yang diukir oleh siswa-siswi terbaik Indonesia, misalnya juara di berbagai kompetisi di tingkat daerah, nasional bahkan Internasional. Siswa-siswi Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan yang luar biasa, tidak hanya pandai dibidang akademik, mereka juga terbukti memiliki kemampuan seni, olahraga ataupun teknologi. Sekarang semua tergantung kepada pemerintah dan kita semua, agar kemampuan dan bakat luar biasa anak-anak Indonesia dapat tersalurkan dan pada akhirnya membawa Indonesia menjadi lebih baik dan mampu bersaing di tingkat Internasional.
Saya yakin, pendidikan di Indonesia suatu hari nanti akan menjadi lebih baik. Kita semua memiliki impian yang sama akan wajah pendidikan di Indonesia. Yakni, semua sekolah yang layak di nusantara, akses sekolah yang dekat dan aman, guru ada disemua pelosok negeri dengan kemampuan yang mumpuni dan bertangung jawab, tidak ada lagi anak Indonesia yang putus sekolah karena tidak ada biaya, tidak ada lagi kekerasan terhadap pelajar, tidak ada lagi pelajar yang tawuran atau berkelahi, pelajar Indonesia memiliki safat jujur, disiplin dan cinta tanah air, dan pada akhirnya tidak ada lagi warga negara Indonesia yang buta huruf. Pelajar Indonesia merupakan aset termahal dari bangsa ini, mereka adalah hari esok bangsa Indonesia. Dengan pendidikan yang baiklah kita dapat menjadikan mereka sebagai pelajar terbaik untuk kesejahteraaan dan kemajuan Indonesia dimasa mendatang.

Dikirim ke #MENYAPANEGERIKU

Share:

Mengatasi Permasalahan Anak-Anak Indonesia

“Mengatasi Permasalahan Anak-Anak Indonesia”
by : Rudi Hartono

Pembangunan Indonesia tumbuh begitu pesat disertai dengan perkembangan teknologi yang cangih, yang secara tidak langsung mulai mempengarui mentalitas dan moral anak bangsa cendrung menurun. Padahal masa depan Indonesia bergantung pada anak-anak, karena yang akan memimpin negara ini suatu hari nanti adalah mereka. Pernyataan ini didukung oleh undang-undang no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, yakni dalam salah satu point pertimbanganya berbunyi “Bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan”. Undang-undang nomor 23 tahun 2002 sebenarnya merupakan payung perlindungan anak. Akan tetapi kenyataanya begitu miris, karena kita sering mendengar kabar-kabar kekerasan mengenai anak. Berbagai masalah tentang ketidakadilan, pelecehan seksual, kekerasan dan kesejahteraaan anak mulai terkuak satu demi satu dan tidak pernah sepi dari pemberitaan media cetak dan elektronik.

Generasi Masa Depan (Image by http://savechildrennepal.org/)
Pendidikan dan kesejahteraan dan anak-anak juga diatur dalam udang-udang nomor 23 tahun 2002, akan tetapi kenyataanya berbanding terbalik. Menurut pengamat pendidikan, Muhammad Zuhdan, sebagaimana dilansir suaramerdeka.com, 09/03/2013, mengatakan bahwa tahun 2010 tercatat terdapat 1,3 juta anak usia 7 – 15 tahun di Indonesia terancam putus sekolah. Tingginya angka putus sekolah ini, salah satunya akibat mahalnya biaya pendidikan. Tentu saja kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat bahwa seluruh anak di Indonesia harus memperoleh pendidikan dasar minimal 12 tahun (jenjang SD – SMA). Tak jauh berbeda dengan rendahnya kesejahteraan anak-anak di Indonesia, karena Jumlah balita yang kekurangan gizi di Indonesia saat ini sekitar 900 ribu jiwa. Jumlah tersebut merupakan 4,5 persen dari jumlah balita Indonesia, yakni 23 juta jiwa (indonesiafightpoverty.com). Miris sekali bukan ?, berbagai permasalahan lainya tentang anak juga semakin banyak saat ini, seperti kekerasan, eksploitasi, penganiayaan, pelecehan seksual, pemerkosaan dan penelantaran.
Permasalahan diatas muncul karena pengaruh lingkungan sekitar yang buruk, kemiskinan, pola asuh orang tua dan regulasi peraturan pemerintah yang begitu lemah. Kita tentu tidak mau Indonesia semakin terpuruk akibat dari rusaknya anak-anak tunas bangsa. Anak-Anak Indonesia harus dilindungi, diayomi dan diberikan hak-haknya, agar mereka bahagia dan menikmati masa anak-anaknya sehingga masa depan Indonesia cerah dan jauh lebih baik dari saat ini. Penyelesaian permasalahan yang menyangkut anak-anak dapat dilakukan dengan pendidikan, perbaikan pola asuh orang tua, lingkungan sekitar dan regulasi pemerintah yang dibenahi untuk melindungi anak-anak Indonesia. Hal ini dijelaskan juga dalam undang-undang nomor 23 tahun 2002 bab IV pasal 20 yang berbunyi “Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak”.
Pendidikan begitu penting bagi anak-anak Indonesia, melaui pendidikan anak Indonesia akan cerdas, akan tetapi bagaimana pendidikan yang baik untuk Indonesia ?, pendidikan yang baik sebenarnya tidak hanya bergantung pada sisi akademik, akan tetapi anak-anak perlu ditanamkan sifat moral yang mengakar, mengingat Indonesia adalah penduduk terbanyak dengan penganut Islam terbesar dunia jumlahnya sekitar 85 % dari jumlah total penduduk Indonesia. Sudah sepatutnya anak-anak indonesia memegang teguh sifat kejujuran, rasa saling menghargai, disiplin dan hal moril lainya, agar kelak saat dewasa mereka tidak egois bahkan tidak korupsi. Beberapa sekolah di Indonesia sudah mencantumkan kurikulum yang berbasis ESQ (Emotional Spiritual Quotient) sehingga anak tidak hanya pintar dalam akademik, tapi juga tingkat spritual (nilai agama), Kemandirian, Soft Skill dan jiwa entrupreneursip ditanamkan. Tentu ini merupakan salah satu cara perbaikan kurikulum pendidikan Indonesia untuk kebaikan anak-anak.
Orang tua juga memegang adil paling utama untuk melindungi dan mengayomi anak-anak, orangg tua yang baik tentu akan mendidik anaknya menjadi generasi yang baik pula. Pola perhatian, kasih sayang, liburan bersama dan rutinitas komunikasi perlu di tingkatkan agar anak-anak menjadi pribadi yang baik dan tidak terjerumus dalam sisi gelap. Orang tua juga mampu melindungi anak dari efek buruk lingkungan sekitar, dengan melarang atau menjelaskan hal hal yang tidak baik terhadap anak sehingga anak tidak terpengaruh oleh lingkungan yang buruk.
Kondisi lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak, anak yang bergaul dengan remaja tentu memiliki kecendrungan sifat yang dewasa, anak yang bergaul dengan perokok biasanya akan ikut-ikutan menjadi perokok. Oleh karena itu pemilihan lingkungan tempat anak berada memang sepatutnya diperhatikan dan diketahui dengan pasti dengan tujuan anak tidak berada pada lingkungan yang buruk. Tentunya pola pendidikan dari orang tua dan sekolah yang baik akan memproteksi anak dari hal-hal yang berdampak negatif bagi anak.
Lemahnya regulasi pemerintah dituding sebagai penyebab dari permasalahan anak-anak saat ini, peraturan yang tidak dijalankan dengan baik menjadikan banyaknya kekerasan terhadap anak sperti penganiayaan, pemerkosaan dan eksploitasi serta rusaknya ahlak anak karena media cetak maupun elektronik (Televisi dan Internet). Pemerintah melalui badan penegak hukum sepatutnya memberihan hukuman yang berat kepada pelaku kekerasan, penganiaya dan pemerkosa agar anak-anak Indonesia tidak lagi menjadi korban tindak kejahatan. Sementara itu perlindungan anak  terhadap media media cetak maupun elektronik selayaknya menjadi prioritas utama penyelesaian masalah lainya, karena anak-anak saat ini kebanyakan meniru adegan dari media-media tersebut, beberapa dampak media televisi dan internet seperti kekerasan yang disebabkan melihat adegan sinetron, pemulukan yang ditiru dari adegan game yang dimainkan melaui game online, anak-anak yang lebih suka menyayikan lagu orang dewasa ketimbang lagu anak karena minimnya acara anak di televisi, video porno sangat mudah diakses oleh anak. Penegakan peraturan pelarangan tayangan yang merusak ahlak dan tingkah anak sebaiknya dilakukan dengan pemblokiran situs-situs yang dikhawatirkan dapat berdampak negatif terhadap anak dan pelarangan serta pemberian sanksi acara televisi yang melibatkan adegan yang juga berdampak negatif bagi anak. Pemerintah memang harus tegas dalam semua aspek tersebut, dengan harapan anak Indonesia akan terselamatakan dari perusakan moral oleh media.
Akhirnya kita semua berharap generasi tunas bangsa kita terlindungi dari kekerasan, penganiayan, pelecehan seksual, perusakan moral dari media cetak maupun elektronik (televisi dan internet). Karena tugas kita bersama untuk melindungi  calon pemimpin bangsa ini, agar mereka diberikan hak pendidikan dan kesehatan, kesejahteraan dan kebahagian  sehingga memiliki karakter yang kuat untuk memimpin tanah air tercinta ini menuju era yang lebih baik.

Daftar Pustaka
Undang-undang nomor 23 tahun 2002.
http://www.indonesiafightpoverty.com/2014/04/01/indonesia-masih-dihantui-kasus-gizi-buruk/
http://www.law.yale.edu/rcw/rcw/jurisdictions/asse/indonesia/Indon_Child_Prot.htm
http://edukasi.kompasiana.com/2013/12/24/tingginya-angka-putus-sekolah-di-indonesia-622368.html
Share:

Jumat, 01 Januari 2016

Pentingnya Soft Skill

Pentingnya Soft Skill Pelajar dalam Proses Pembelajaran dan Pendidikan di Indonesia Guna Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
by : Rudi Hartono

Belajar merupakan salah satu proses agar manusia menjadi cerdas dan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Pendidikan dan belajar merupakan hak bagi setiap warga negara di Indonesia. Karena masih banyak permasalahan yang terjadi dalam sistem pendidikan Indonesia, oleh karena itu perbaikan pendidikan di Indonesia mutlak harus di lakukan, permasalahan tersebut terlihat dari ketidak jujuran pelajar dalam ujian, bulliying, tawuran, dan sebagainya. Pelajar di Indonesia terekesan hanya diarahkan menjadi pekerja atau buruh, ini menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara konsumen terbesar di dunia, pelajar yang telah lulus hanya menjadi pekerja di berbagai perusahan, jarang sekali yang berminat berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan. Pola pembelajaran Indonesia sudah sepatutnya dibenahi dan diperbaiki, sehingga pelajar Indonesia lebih inovatif, kreatif dan mampu bersaing dengan pelajar negara lain. Salah satu proses perbaikan pola pikir (mind side) dan prilaku pelajar di Indonesia dapat dilakukan dengan peningkatan soft skill.
Smart Soft Skill (Image from Ist.Greenville.Edu)
Soft skill merupakan kemampuan, minat dan bakat yang dimiliki setiap manusia baik yang sifatnya personal atau interpersonal. Pendidikan yang bernuansa soft skill  sudah selayaknya menjadi pembelajaran yang harus ditambahkan di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas bahkan perguruan tinggi. Pemerintah memang harus bekerja keras untuk melaksanakan hal ini, kerjasama antar lembaga tentunya dapat menjadi faktor yang terpenting agar program ini dapat dilakukan, peningkatan soft skill  pelajar dapat terbagi dalam banyak aspek mendasar, diantaranya dengan pembelajaran agama, organisasi, minat bakat dan entrepreneurship. Proses ini bila dijalankan dengan baik akan membawa dampak positif bagi pendididkan di Indonesia dan menjadikan pelajar Indonesia lebih berkarakter.
Pembelajaran agama tentu menjadi dasar utama bagi setiap pelajar bahkan warga negara Indonesia pada umumnya, karena dengan agama kita akan mengetahui mana yang baik dan buruk serta menjadi batasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat penting mengingat semakin rusaknya moral pelajar indonesia, mulai dari ketidak jujuran dalam ujian, pencurian, tawuran bahkan sampai ketindakan seks bebas. Penguatan agama dapat dilakukan dalam setiap jenjang pendidikan, agar berbagai permasalah tersebut dapat teratasi dengan baik. Pelaksanaan pembelajaran agama memang memerlukan waktu khusus di sekolah, contoh nyata program ini dilakukan di negara Turki beberapa tahun terakhir ini, Indonesia tentu dapat mencontoh keberhasilan negara lain dalam melaksanakan program tersebut, agar pelajar Indonesia lebih bermoral dan menjadi penurus bangsa yang baik serta amanah.
Organisasi merupakan wadah bagi pelajar uttuk mengembangkan kemampuanya. Organisasi yang paling umum seperti PMR dan Pramuka yang terbukti ampuh mengasah soft skill  anggotanya dan menciptakan kerjasama dan rasa nasionalisme. Organisasi pelajar ini juga perlu perhatian khusus agar dapat tersalurkan dengan baik, tentu butuh pengorbanan baik dari sekolah untuk melakukan pembinaan dan pelatihan yag memadai, selain itu memang perlu dilakukan suatu kegiatan rutin yang sifatnya regional bahkan nasional untuk menunjang berbagai kegitatan organisasi-organisasi ini, mengingat dari organisasi inilah pelajar berlatih bagaimana menyelesaikan permasalahan, berdisikusi, dan berbicara (menyampaikan pendapat). Dari organisasilah banyak pemimpin baru terlahir dan dengan organisasi juga akan melahirkan rasa saling tolong-menolong dan kerjasama tim yang saat ini sebenarnya mulai luntur di masyarakat perkotaan pada khususnya.
Minat dan Bakat menjadi faktor peningkatan soft skill lainya, berbagai minat bakat misalnya; menyanyi, menari, melukis, memasak dan lainya, memang harus diberikan wadah khusus agar tersalurkan dengan baik. Pelaksanaan program ini dapat dilakukan di tingkat sekolah atau daerah, dengan pembuatan tempat kursus atau organisasi yang sifatnya gratis dengan berbagai pelatihan dan penyaluran bakat. Program ini dapat menjadi wadah yang menghasilkan pelajar yang memiliki sifat kratif dan inovatif, kedepan kemampuan yang bersumber dari hobinya sendiri nantinya dapat dikembangkan menjadi profesinya dimasa mendatang. Program ini dapat menyalurkan berbagai bakat terpendam, sehingga Indonesia dapat memiliki pelajar-pelajar yang mumpuni dan memiliki keahlian tersendiri.
Entrepreneurship merupakan salah satu program yang dapat meningkatkan soft skill selanjutnya. Program ini dapat dilakukan dalam semua jenjang pendidikan di Indonesia, dengan entrepreneurship Indonesia mampu menghasilkan pelajar-pelajar yang bermental pengusaha yang kreatif adan inovatif, sehingga pola pikir pelajar di Indoinesia dapat berubah yang dulunya setelah lulus sekolah menjadi pengawai, sekarang berpikir menjadi seorang pengusaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain, pemerintah seharusnya membuat peraturan pemerintah atau penambahan jam sekolah, yang menggajarkan kewirausahaan atau mungkin sekolah dapat memberikan ekstrakulikuler tambahan yang mengajak pelajar untuk melatih jiwa pengusaha dengan membuat suatu prioduk yang dapat dijual. Program ini tentu dapat menjadi tolak ukur keberhasilan pendidikan yang mana mengurangi jumlah pengangguran di masyarakat Indonesia. Hal positif lainya yang dapat di peroleh dari kegiatan ini adalah Indonesia mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi warganya, menginggat indeks wirausaha di Indonesia masih jauh dari katagori negara maju yakni sebesar 0,2% - 0,3 % dari yang seharusnya sebesar 2%.   Program ini memang harus dilakukan secara bersama-sama baik dari pemerintah, sekolah, pelajar bahkan stakeholder (pemangku kepentingan) terkait.
Berbagai upaya dan tindakan untuk meningkatkan soft skill pelajar-pelajar di Indonesia sudah saatnya diperhatikan dan dilaksanakan segera, agar Indonesia dapat besaing dengan negara-negara lainya. Kemampuan soft skill mutlak diperlukan untuk menghadapai masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun ini, kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia dengan negara-negara yang tergabung dengan ASEAN hendaknya disikapi dengan positif dan dengan kesiap yang mumpuni, jangan sampai negara kita menjadi tujuan ekspor negara-negara lain dan warga negara kita sendiri menjadi penonton di negerinya. Kerjasama antar bangsa memang dirasakan sangat penting, akan tetapi masuknya kulturasi budaya perlu disaring jangan sampai budaya asing yang masuk merusak tatanan sosial dan budaya ketimuran yang kita miliki. Peningkatan soft skill melaui penguatan keagamaan, organisasi, minat bakat dan entrepreneurship ini diharapakan pelajar bahkan pemuda diseluruh Indonesia  mampu bekerja sama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, terhindar dari KKN dan bersaing dengan pelajar dari negara lain.  
Share:

Mengejar Dirinya

"Allah SWT Mengizinkan Ku Bertemu Dengannya. Semoga, Suatu Hari Nanti Bisa Bersamanya Selalu. Berpetualang, Berwirausaha, Menulis, Mengabdi, Mendaki dan Menginspirasi untuk Tanah Air Tercinta. Indonesia"

Like Fans Page Facebook